Pemilik binatang piaraan memiliki tingkat stres lebih rendah dan cenderung lebih jarang sakit dibanding yang tidak memiara hewan.
Jika dirawat dan dilatih dengan baik, hewan piaraan dapat menjadi teman yang membantu manusia untuk tetap sehat. Namun di sisi lain, jika tidak dijaga, hewan juga dapat mendatangkan efek buruk bagi kesehatan.
Meningkatkan kekebalan tubuh
Meredakan stres
Teman bergerak aktif

Memiara atau bermain bersama hewan piaraan juga mendorong Anda untuk bergerak aktif. Aktivitas ini merupakan alternatif yang tepat jika Anda enggan berolahraga serius. Bermain bola dengan kucing, berjalan kaki bersama anjing, atau membersihkan kolam ikan dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus membuat tubuh sehat. Pengidap penyakit jantung juga dapat bergerak aktif dan memperbaiki fungsi jantung saat bermain bersama hewan piaraan.
Interaksi sosial
Selain itu, untuk menghindari risiko penyebaran penyakit, pastikan hewan kesayangan Anda mendapatkan vaksinasi. Jika tidak, selain mereka sendiri berpotensi terkena penyakit, Anda dan keluarga di rumah juga akan berisiko untuk tertular oleh mereka. Berikut ini adalah beberapa risiko penyakit yang mungkin timbul dari hewan piaraan.
Kutu
Cacing
Kurap
Terluka oleh cakaran/gigitan
Toksoplasmosis
Sumber: http://www.alodokter.com/sisi-positif-dan-negatif-memiara-hewan
Continue Reading...
Jika dirawat dan dilatih dengan baik, hewan piaraan dapat menjadi teman yang membantu manusia untuk tetap sehat. Namun di sisi lain, jika tidak dijaga, hewan juga dapat mendatangkan efek buruk bagi kesehatan.
Manfaat Memiliki Hewan Piaraan
Memiara hewan mendatangkan banyak manfaat, baik dari sisi psikologis maupun kesehatan. Efek positif ini tidak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi juga lansia, anak-anak, dan juga pengidap penyakit tertentu.Meningkatkan kekebalan tubuh
Sistem
imun orang yang memiliki hewan piaraan lebih baik daripada yang tidak.
Penelitian membuktikan bahwa lansia berusia lebih dari 65 yang memiliki
hewan piaraan terbukti memiliki tingkat kunjungan ke dokter 30 persen
lebih rendah dibandingkan yang tidak.
Kekebalan
tubuh yang lebih baik juga terbentuk pada anak-anak yang tumbuh di
lingkungan rumah dengan hewan piaraan. Berlawanan dengan anggapan umum,
penelitian terbaru mengungkap bahwa balita yang dibesarkan dalam rumah
dengan hewan piaraan, cenderung lebih terlindungi dari alergi, asma dan eksim, yaitu alergi kulit yang menyebabkan gatal dan kemerahan.
Meredakan stres
Bermain
bersama hewan piaraan dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan
sehingga meningkatkan kadar dopamin dan serotonin yang bersifat
menenangkan dan menggembirakan bagi pikiran. Sekadar memandangi ikan
piaraan di akuarium saja dapat meredakan ketegangan dan stres. Selain
itu, memiara hewan juga dapat membuat manusia terhindar dari perasaan
kesepian yang dapat memicu atau memperburuk penyakit fisik atau
psikologis seperti depresi.
Dengan hewan piaraan, anak yang memiliki kesulitan belajar dapat
mengelola stres dan belajar menenangkan diri. Penelitian lain
membuktikan bahwa keberadaan hewan piaraan di rumah membuat lansia
dengan Alzheimer cenderung merasa lebih rileks.
Teman bergerak aktif

Memiara atau bermain bersama hewan piaraan juga mendorong Anda untuk bergerak aktif. Aktivitas ini merupakan alternatif yang tepat jika Anda enggan berolahraga serius. Bermain bola dengan kucing, berjalan kaki bersama anjing, atau membersihkan kolam ikan dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus membuat tubuh sehat. Pengidap penyakit jantung juga dapat bergerak aktif dan memperbaiki fungsi jantung saat bermain bersama hewan piaraan.
Interaksi sosial
Berdasarkan penelitian, anak dengan autisme juga
dapat berinteraksi dengan lebih baik jika ada hewan piaraan di sekitar
mereka. Memiara hewan piaraan juga dapat membuat Anda lebih berpeluang
memiliki hubungan sosial baru, terutama dengan sesama orang yang
menggemari hewan yang sama. Interaksi ini dapat dilakukan oleh siapa
pun, baik jika Anda sedang terbaring sakit, melalui jaringan internet,
maupun ketika Anda sedang berolahraga sambil membawa hewan piaraan.
Jalinan pertemanan dan dukungan sosial yang kuat akan membuat Anda lebih
sehat sebagai seorang individu.
Kemungkinan Risiko Memiliki Hewan Piaraan
Selain mendatangkan manfaat, memiara hewan membutuhkan tanggung jawab serta dapat membawa perubahan yang belum tentu dirasa positif terhadap kondisi di rumah dan berisiko mendatangkan kemungkinan penyakit. Anda dapat mencoba memiara hewan yang dapat dikondisikan pada satu tempat seperti burung, ikan, atau hamster sebagai permulaan.Hewan piaraan seperti anjing, kucing, atau kelinci membutuhkan perhatian yang lebih khusus. Hewan-hewan sejenis itu yang belum terlatih dapat merusak tanaman atau buang air di sembarang tempat di halaman atau bahkan di dalam rumah. Bulu kucing atau anjing yang masuk ke rumah juga dapat rontok dan tertinggal pada tempat-tempat seperti sofa, karpet, bantalan kursi. Selain tidak bersih, kondisi ini berisiko mendatangkan penyakit.Selain itu, untuk menghindari risiko penyebaran penyakit, pastikan hewan kesayangan Anda mendapatkan vaksinasi. Jika tidak, selain mereka sendiri berpotensi terkena penyakit, Anda dan keluarga di rumah juga akan berisiko untuk tertular oleh mereka. Berikut ini adalah beberapa risiko penyakit yang mungkin timbul dari hewan piaraan.
Kutu
Waspadalah
jika piaraan Anda mulai sering menggaruk tubuhnya sendiri. Itu dapat
menjadi pertanda ada kutu yang mulai berkembang biak pada kulitnya. Kutu
yang dibiarkan dapat berkeliaran atau tinggal dan bertelur di sela
lipatan barang-barang di rumah seperti sofa dan bantal. Selain
menyebabkan gatal pada kulit manusia, kutu dapat menularkan penyakit
serius seperti pes. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat
atau bedak antikutu.
Cacing
Cacing seperti cacing pita dan cacing gelang adalah parasit umum yang dapat berkembang dalam usus halus binatang. Muntah, diare, dan penurunan berat badan binatang dapat menjadi gejala adanya cacing.
Hewan
yang terinfeksi dapat menularkan penyakitnya pada manusia dengan
mengontaminasi tanah atau pasir dengan telur cacing. Anak-anak yang
bermain di area tersebut dapat terinfeksi jika memasukkan tangan mereka
yang kotor ke mulut. Selain itu, cacing yang menetas dalam badan orang
dewasa dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan tubuh. Suntikan, obat
yang diminum, maupun obat oles dari dokter hewan dapat menjadi solusi.
Kurap
Anggota keluarga Anda dapat tertular kurap dari binatang hanya dengan menyentuh kulit atau bulu mereka. Kurap dapat menyebabkan kulit merah, ruam, atau bintik melingkar pada kulit. Segera periksakan piaraan Anda ke dokter jika dia terkena kurap.
Terluka oleh cakaran/gigitan
Meski
hewan piaraan Anda telah terlatih dan sangat bersahabat, namun
sebaiknya jangan tinggalkan anak sendirian dengan binatang. Anak yang
terlalu antusias dapat saja mendorong atau memukul hewan, dan berisiko
digigit atau dicakar oleh hewan piaraan.
Toksoplasmosis
Toksoplasmosis
adalah gangguan pada janin yang disebabkan oleh parasit pada tinja
kucing. Umumnya wanita yang sejak lama telah memiara kucing sudah
memiliki antibodi terhadap toksoplasmosis. Namun untuk berjaga-jaga, ada
baiknya selama hamil tetap memindahkan kucing ke tempat lain atau
pastikan agar ibu hamil tidak mengurus kotoran kucing agar terjauh dari
infeksi dan janin tetap sehat.
Pada dasarnya, memiliki hewan piaraan
di rumah dapat mendatangkan efek psikologis yang positif bagi keluarga
di rumah. Namun untuk memiliki hewan piaraan yang sehat, kita sebagai
pemilik yang bertanggung jawab harus senantiasa merawatnya.Sumber: http://www.alodokter.com/sisi-positif-dan-negatif-memiara-hewan